Menteri Investasi Tinjau Lokasi Peternakan Sapi Skala Besar yang Dikembangkan CBI Group
EmitenNews.com - “Yang ada di belakang saya ini adalah hamparan lahan seluas lebih dari 19.000 (19.708) hektare, yang akan dikembangkan menjadi peternakan sapi modern skala besar oleh Citra Borneo Indah (CBI) Group, di Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah. Targetnya, 3.000 ekor sapi per tahun.”
Demikian Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menulis dalam akun Instagram @bahlillahadalia, seperti dikutip Selasa (8/2/2022), menggambarkan kunjungannya ke lokasi yang rencananya akan dikembangkan oleh CBI Group. Mantan Ketua Umum Hipmi itu, didampingi pemilik CBI Group H. Abdul Rasyid AS, yang juga pengusaha nasional asal Kalteng.
Menteri Bahlil Lahadalia bersama Abdul Rasyid dan rombongan selanjutnya meninjau lokasi budidaya ternak sapi yang terintegrasi dengan perkebunan sawit. Sistem integrasi sawit-sapi itu, terdapat pada salah satu kawasan perkebunan kelapa sawit milik anak perusahaan CBI Group di Kabupaten Kotawaringin Barat, tetangga Sukamara. Di Sulung Ranch itu, sebanyak lebih dari 8.000 (8.176) ekor sapi telah dibudidaya di atas lahan seluas lebih kurang 50.000 hektare.
“Peternakan sapi terintegrasi ini menjadikan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan (sustainable) dan ramah lingkungan. Karena, pakan sapinya berupa buah sawit dan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman sawit, sementara kotoran sapinya dimanfaatkan sebagai pupuk untuk kelapa sawit,” urai Bahlil Lahadalia.
Sebelumnya, PT. Prima Nusantara Abadi Kobar (PNAK) berkomitmen bekerja sama dengan masyarakat dalam pengadaan pakan ternak sapi yang dikembangbiakkan di Sukamara Ranch. Perusahaan CBI Group yang juga membawahi PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) dan PT Citra Borneo Utama (CBU) ini siap menampung hasil panen singkong milik warga wilayah pesisir di Sukamara itu.
Dalam keterangan pers, Jumat (22/10/2021), Herd Of Cattle Division PT PNAK, Lalu Suherman, mengatakan, pihaknya berkomitmen menampung hasil panen singkong yang sudah dalam bentuk gaplek, sebagai bahan pakan ternak sapi.
Seorang warga Kecamatan Pantai Lunci, Hadiarto mengatakan, dengan adanya kerja sama dalam pemberdayaan masyarakat sangat membantu dan menjadi nilai tambah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Ia bersyukur atas adanya program pemberdayaan masyarakat tersebut. ***
Related News
Lewati Target 2025, Laba Bersih IMPC Naik 15 Persen ke Rp620 Miliar
RUPST Bank Mega (MEGA) Setujui Dividen Rp2T dan Saham Bonus Rp5,87T
INET Reorganisasi Kerja Sama dengan Group WIFI dari IJE ke JIA
BREN Akhiri Buyback Satu Bulan Lebih Cepat, Ini Alasannya
Emiten Haji Isam (TEBE) Bagi Dividen Jumbo, Yield Capai 12,33 Persen!
Penjualan Turun, Laba Gudang Garam (GGRM) Menggunung Rp1,55T di 2025





