EmitenNews.com - Bursa saham Asia mencatatkan penguatan signifikan pada perdagangan hari Kamis, didorong oleh lonjakan harga saham sektor teknologi dan semikonduktor. Berdasarkan data Trading Economics indeks Nikkei 225 di Jepang naik 1 persen ke kisaran level 66.760, sementara Indeks Topix menguat 0,3 persen ke posisi 4.040.

Kenaikan pasar saham Jepang dipimpin oleh optimisme belanja infrastruktur kecerdasan buatan (AI) yang terus menopang industri chip regional. Sejumlah saham teknologi mencatatkan kinerja positif, di antaranya Murata Manufacturing yang naik 4,0 persen, Renesas Electronics 3,5 persen, Tokyo Electron 2,9 persen, Advantest 2,8 persen, dan Keyence 0,6 persen. Di luar sektor teknologi, saham Mizuho Financial menguat 1,3 persen serta Mitsubishi Electric bertambah 1,7 persen.

Penguatan tajam juga terjadi di bursa Korea Selatan. Indeks acuan KOSPI melonjak lebih dari 3 persen ke level sekitar 7.035, mencatatkan kenaikan dalam tiga sesi berturut-turut. Sentimen positif dipicu oleh laporan pendapatan kuartalan Alphabet yang melampaui perkiraan akibat pertumbuhan lini bisnis cloud dan peningkatan belanja modal AI.

Kinerja tersebut mendorong lonjakan harga saham produsen memori, seperti SK Hynix yang melesat lebih dari 6 persen dan Samsung Electronics yang naik lebih dari 4 persen. Saham SK Square, Hyundai Motor, dan LG Energy Solution juga kompak menguat masing-masing sebesar 3,0 persen hingga 3,1 persen.

Kinerja pasar modal Korea Selatan turut disokong oleh data pertumbuhan ekonomi kuartal kedua yang mencapai 0,6 persen, melampaui proyeksi Bank of Korea sebesar 0,2 persen berkat kuatnya ekspor semikonduktor dan konsumsi swasta.

Meski demikian, para pelaku pasar tetap memantau pergerakan harga minyak mentah akibat eskalasi ketegangan di Timur Tengah. Risiko geopolitik meningkat setelah militan Houthi mengaku menyerang dua kapal tanker Arab Saudi di Laut Merah, ditambah memanasnya ketegangan antara AS dan Iran.

Investor di Jepang juga menantikan rilis data inflasi konsumen bulan Juni untuk memperkirakan arah kebijakan moneter Bank of Japan.

Gairah pada sektor teknologi Asia ini berpotensi memberikan sentimen positif bagi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Indonesia, khususnya pada saham-saham berbasis teknologi dan ekosistem pendukungnya. Namun, pelaku pasar di dalam negeri tetap perlu mencermati dampak dinamika harga minyak dunia terhadap inflasi serta biaya logistik nasional.(*)