EmitenNews.com - Tekanan kinerja mulai terasa di emiten rajungan PT Morenzo Abadi Perkasa Tbk. (ENZO) sepanjang 2025. Penurunan penjualan tak hanya menggerus margin, tetapi juga menyeret laba perseroan hingga berbalik menjadi rugi.

Berdasarkan laporan keuangan audited per 31 Desember 2025, penjualan neto ENZO tercatat sebesar Rp370 miliar, turun 30,49 persen secara year on year (yoy) dari Rp532,25 miliar pada 2024.

Sejalan dengan itu, beban pokok penjualan juga turun 31,52 persen yoy menjadi Rp321,20 miliar dari Rp468,98 miliar. Namun, laba bruto tetap tertekan dan turun 22,88 persen yoy menjadi Rp48,79 miliar dari Rp63,26 miliar.

Penurunan berlanjut di level operasional, di mana laba usaha tercatat Rp15,93 miliar atau turun 37,89 persen yoy dibandingkan Rp25,65 miliar pada tahun sebelumnya.

Kinerja bottom line mengalami tekanan lebih dalam. Perseroan mencatat rugi sebelum pajak sebesar Rp24,25 juta, berbalik dari laba sebelum pajak Rp8,13 miliar pada 2024.

Adapun, rugi neto yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp540,77 juta, berbalik dari laba Rp6,69 miliar pada tahun sebelumnya, atau mengalami penurunan hingga 108,08 persen yoy.

Menilik sisi neraca, total aset ENZO meningkat 8,19 persen yoy menjadi Rp430,53 miliar dari Rp397,96 miliar. Liabilitas naik 14,06 persen yoy menjadi Rp263,09 miliar dari Rp230,66 miliar, sementara ekuitas relatif stabil di Rp167,44 miliar dari Rp167,29 miliar atau naik tipis 0,09 persen yoy.

Beriringan dengan terbitnya pembukuan keuangan tahun penuh 2025 ini, pada perdagangan Kamis (2/4/2026) saham ENZO tercatat menurun 6,56 persen atau turun 4 poin di level Rp57.