EmitenNews.com - PT Green Power Group Tbk (LABA) memasang target pendapatan sebesar Rp40 miliar dengan laba bersih Rp5 miliar sepanjang 2026. Untuk mendukung pencapaian tersebut, Perseroan menyiapkan belanja modal (capital expenditure/Capex) sekitar Rp6 miliar yang akan difokuskan untuk memperkuat kapasitas produksi dan operasional.

Manajemen LABA dalam paparan publik menjelaskan, dana Capex tersebut akan digunakan untuk pembelian mesin injeksi dan molding, serta berbagai peralatan pendukung operasional. Investasi itu diharapkan mampu menopang ekspansi bisnis sekaligus meningkatkan kapasitas produksi Perseroan.

Pada tahun ini, LABA memfokuskan strategi pertumbuhan pada dua lini usaha utama. Melalui anak usaha PT Green Power Battery, Perseroan akan memperkuat posisi di industri energi baru dan terbarukan, khususnya bisnis baterai beserta ekosistem pendukungnya.

Sementara itu, melalui PT Green Power Precision Indonesia, Perseroan akan mengembangkan bisnis molding dengan memperluas kerja sama strategis bersama berbagai mitra industri.

Perseroan menyebutkan target pendapatan 2026 akan ditopang oleh dua sumber utama, yakni penjualan produk molding dan aktivitas trading, serta bisnis baterai berikut ekosistem pendukungnya, termasuk kabinet penukaran baterai (battery swap cabinet).

Manajemen menilai prospek industri energi baru dan terbarukan yang terus berkembang membuka peluang bagi Perseroan untuk memperkuat perannya di sektor baterai. Karena itu, penguatan lini usaha menjadi fokus utama sepanjang tahun ini.

Dalam laporan hasil public expose, Selasa (4/8/2026), Perseroan juga mengakui sejumlah target usaha pada 2025 belum sepenuhnya tercapai akibat perubahan kebijakan pemerintah, khususnya penyesuaian dan tertundanya implementasi program insentif sepeda motor listrik yang berdampak terhadap bisnis penyewaan motor listrik.

Meski demikian, LABA mencatat sejumlah pencapaian positif sepanjang 2025. Perseroan berhasil memasang battery swap cabinet di berbagai wilayah Jabodetabek, menjalin kerja sama dengan perusahaan drone untuk memasok baterai, serta memperluas kolaborasi dengan berbagai mitra di bisnis molding.

Dengan penguatan dua lini bisnis utama serta dukungan investasi belanja modal Rp6 miliar, Perseroan optimistis target pendapatan Rp40 miliar dan laba bersih Rp5 miliar pada 2026 dapat tercapai.