EmitenNews.com - Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat idA- PT Hartadinata Abadi (HRTA), dan obligasi berkelanjutan I 2019. Lalu, menegaskan peringkat idA-(sy) Medium Term Note (MTN) Syariah Mudharabah I Tahun 2019. Prospek peringkat perusahaan stabil.
Obligor berperingkat idA memiliki kemampuan kuat dibanding obligor sejenis untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang. ”Meski begitu, kemampuan obligor mungkin akan terpengaruh perubahan buruk keadaan, dan kondisi ekonomi dibanding obligor dengan peringkat lebih tinggi,” tutur Agung Iskandar, Analis Pefindo.
Peringkat itu, mencerminkan model bisnis perhiasan emas perseroan terintegrasi didukung saluran distribusi baik industri perhiasaan Indonesia, kapasitas produksi cukup untuk mendukung pertumbuhan pendapatan di masa mendatang, dan permintaan stabil pasar domestik. ”Peringkat itu, dibatasi struktur permodalan moderat, proteksi arus kas memadai, dan kebutuhan modal kerja tinggi,” imbuh Agung.
Peringkat itu, dapat dinaikkan kalau perusahaan mampu memperkuat posisi usaha industri perhiasan emas dengan pencapaian melebihi target pendapatan, EBITDA, dan mencatat pertumbuhan pendapatan lebih tinggi dibanding industri dalam jangka pendek hingga menengah. Capaian itu, juga harus disertai leverage keuangan konservatif secara berkelanjutan. ”Kalau yang terjadi sebaliknya, peringkat bisa di lorot,” tegas Agung.
Peringkat juga dapat berada di bawah tekanan apabila struktur permodalan menjadi jauh lebih agresif dibanding proyeksi. Perseroan didirikan pada 2004. Bergerak bidang produksi, dan penjualan perhiasan emas. Produk perusahaan meliputi kalung, cincin, gelang, anting, liontin, emas batangan, dan produk emas lain sesuai pesanan kadar emas 30,0-99,9 persen.
Pada 30 Juni 2021, pemegang saham perseroan terdiri dari PT Terang Anugerah Abadi 70,85 persen, PT Asabri (Persero) dengan 6,65 persen, dan lainnya termasuk publik 22,50 persen. (*)
Related News
Jumlah ATM Bakal Terus Berkurang
Sudah FGD dengan OJK, Bank KBMI 1 Diminta Susun Roadmap Konsolidasi
LPS Targetkan Implementasikan Penjaminan Polis Pada 2027
Tiga dari Empat Saham Naik Kencang Kini Ambles Bersamaan Usai UMA
Enam Saham Lepas Suspensi, Tiga Saham Ngacir ARA Sisanya ARB
BEI Kekang Lagi 5 Saham Usai ARA Serempak





