EmitenNews.com - PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) membukukan penjualan bersih Rp1,47 triliun pada Semester I 2026, turun 20% secara tahunan. Laba bersih perseroan tercatat ikut tertekan menjadi Rp334 miliar, turun 44%.

Balada tekanan kinerja di tengah momentum kondisi pewarisan suksesi generasi ketiga menuju keempat Sido Muncul memunculkan perhatian baru.

Direktur SIDO Budiyanto dalam Public Expose Live SIDO, Rabu (9/9/2026) menerangkan bahwa, "Suksesi ke generasi keempat saat ini sedang disiapkan. Namun, belum ada keputusan final terkait siapa yang akan menjabat."

Adapun, saat ini turut disebutkan bahwa direksi yang merupakan perwakilan generasi keempat yang tengah menjabat ialah Maria Reviani Hidayat, anak dari CEO SIDO saat ini, Irwan Hidayat.

"Perlu kami sampaikan bahwa kinerja perseroan tidak tergantung pada perorangan. Seluruh sistem, SOP, dan proses produksi di SIDO telah berjalan sesuai dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Sehingga siapapun yang menduduki jajaran direksi, tidak akan terlalu berpengaruh terhadap pencapaian kinerja maupun outlook. Yang lebih berpengaruh adalah strategi perusahaan yang diputuskan bersama antara Direksi dan Komisaris," ujar Budiono.

Budiyanto lanjut mengatakan penurunan kinerja SIDO terutama disebabkan pengaruhq program normalisasi persediaan Tolak Angin Group di tingkat distributor yang berlangsung Februari hingga Mei 2026.

"Normalisasi ini tidak ada hubungannya dengan transisi ke generasi keempat maupun aksi tahunan. Ini lebih disebabkan kami sekarang sudah memiliki sistem untuk melihat visibilitas data dari penjualan produk sejak meninggalkan pabrik dan distributor sampai ke konsumen," ujar Budiyanto.

Ia menambahkan, program normalisasi telah selesai akhir Mei 2026. Untuk Semester II 2026, SIDO memperkirakan kinerja bisa menyamai periode yang sama tahun lalu.

"Saat ini sedang ada tekanan geopolitik pada bahan baku dan juga ada sedikit pengaruh dari daya beli dan perekonomian Indonesia," kata Budiyanto.

Inovasi Produk dan Ekspor