Terseret Wall Street, IHSG Tertekan
:
0
Petugas kebersihan menyisir teras depan area Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street ditutup bervariasi mayoritas melemah. Itu dipicu aksi ambil untung investor terhadap saham-saham yang sejak awal tahun sudah mengalami kenaikan cukup signifikan. Saham sektor perbankan, dan energi menjadi dua sektor dengan pelemahan terbesar.
Saham perbankan terpantau mengalami koreksi antara lain JP Morgan drop 2,28 persen, Bank of America anjlok 2,81 persen, dan Wells Fargo menukik 2,18 persen. Sementara itu, saham sektor energi membukukan pelemahan antara lain Exxon Mobile minus 2,11 persen, Chevron tekor 0,86 persen, dan ConocoPhilips susut 3,26 persen.
Untuk harga minyak mentah kemarin kembali melanjutkan pelemahan setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pemerintah interim Venezuela akan menyerahkan minyak mentah sebanyak 50 juta barel ke AS. Kondisi tersebut dikhawatirkan akan menambah pasokan pasar.
Koreksi mayoritas indeks di bursa Wall Street, dan pelemahan sebagian besar harga komoditas diprediksi menjadi sentimen negatif pasar. Sementara itu, posisi indeks harga saham gabungan (IHSG) sudah jenuh beli juga rawan mengalami aksi ambil untung. Indeks diprediksi bergerak melemah dengan kisaran support 8.890-8.835, dan resistance 9.000-9.055.
Berdasar data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia merekomendasikan sejumlah saham berikut. Yaitu, XLSmart (EXCL), Wismilak (WIIM), Adaro Andalan (AADI), Telkom (TLKM), Elang Mahkota alias Emtek (EMTK), dan Timah (TINS). (*)
Related News
IHSG Melemah 1,33 Persen, DSSA dan BBCA Anjlok, CUAN Melambung
Jeda Siang, Market Cap BEI Tergerus IHSG Berakhir Terjerumus ke 6.668
Minyak Tembus USD102, B50 Sudah Tersedia di 94% SPBU
IHSG Pagi Menghijau Dekati 6.700, Investor Waspadai Harga BBM
Minyak Tekan Wall Street, IHSG Bangkit
IHSG Sideways, Pelototi Saham ANTM, DSSA, EMAS, dan ELSA





