EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan pelemahan pada perdagangan sesi I Jumat (11/9/2026). IHSG ditutup anjlok 1,49% ke level 6.490,91 atau turun 98,428 poin.

Berdasarkan data RTI Business, IHSG sempat menyentuh level terendah di 6.462,96 dan tertinggi di 6.552,79. Volume transaksi mencapai 20,185 miliar saham dengan nilai turnover Rp8,479 triliun. Kapitalisasi pasar tercatat Rp11.389,440 triliun.

Market breadth masih didominasi saham merah sebanyak 521 saham, 133 saham menghijau, dan 131 saham stagnan.

Tekanan jual terjadi merata di seluruh sektor. Berdasarkan data IDX, sektor dengan pelemahan terdalam adalah IDXTRANS turun 2,12%, disusul IDXCYCLIC -1,88%, IDXINFRA -1,77%, IDXENERGY -1,68%, dan IDXBASIC -1,62%. Sektor IDXTECHNO menjadi yang paling bertahan dengan pelemahan 0,65%.

Top Gainer & Top Loser

Di tengah IHSG merah, beberapa saham masih menguat. Top Gainer dipimpin SAPX naik 24,38% ke 505, MGNA +21,32% ke 165, MITI +20,00% ke 276, SHID +17,42% ke 910, dan PTSN +14,09% ke 340.

Sementara Top Loser diisi GSMF -13,71% ke 107, MSKY -10,98% ke 73, UDNG -9,85% ke 595, LUCY -9,77% ke 388, dan APIC -9,64% ke 450.

Sentimen Global: Minyak Tembus US$100+, Emas Tertekan

Yield UST10Y mendekati 5% dan kenaikan deposit rate ECB ke 2,5% turut menekan pasar. WTI di atas US$104/barel (+7% sesi sebelumnya), Brent mendekati US$108, tertinggi dalam hampir 4 bulan.

Hal ini dipicu eskalasi AS-Iran: serangan ke tanker minyak Iran, rudal ke Yordania, serangan Houthi ke fasilitas energi Arab Saudi.