Yen Menguat Tajam Dekati 160 per USD, BOJ Diduga Intervensi
:
0
Mata uang yen Jepang diperdagangkan mendekati level 160 per dolar AS pada perdagangan Jumat (31/7/2026) setelah melonjak hingga 3,3 persen pada sesi sebelumnya. (Ilustrasi: Magnific)
EmitenNews.com - Mata uang yen Jepang diperdagangkan mendekati level 160 per dolar AS pada perdagangan Jumat (31/7/2026) setelah melonjak hingga 3,3 persen pada sesi sebelumnya. Pergerakan tajam nilai tukar mata uang utama Asia ini menjadi perhatian pelaku pasar keuangan Indonesia karena berpotensi memengaruhi stabilitas rupiah dan arah aliran modal kawasan.
Penguatan tajam yen terjadi setelah pasangan dolar/yen anjlok dari kisaran ¥163 menjadi ¥157,94 per dolar AS dalam beberapa jam pada perdagangan Kamis (30/7/2026). Angka tersebut menjadi level yen terkuat dalam kurun dua setengah bulan terakhir.
"Spekulasi dengan cepat menyebar bahwa pemerintah Jepang dan Bank Sentral Jepang telah meluncurkan intervensi mata uang skala besar berupa pembelian yen dan penjualan dolar," tulis BigGo Finance.
Laporan harian Nikkei turut mencatat bahwa otoritas Jepang telah memasuki pasar valuta asing dan pejabat AS sempat meminta kuotasi kurs dolar-yen (rate check). Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama berulang kali mengisyaratkan kesiapan melakukan intervensi kapan saja, sembari menegaskan komunikasi erat dengan AS terkait isu valuta asing.
Aksi intervensi ini dilakukan setelah yen terperosok ke level ¥163,99 pada pekan lalu, yang menjadi posisi terlemahnya dalam 40 tahun terakhir akibat tekanan tingginya biaya energi, kekhawatiran fiskal, serta pelebaran selisih suku bunga.
Tekanan terhadap dolar AS juga datang dari melambatnya ekonomi AS. Perkiraan awal PDB riil AS kuartal II hanya tumbuh 1,5 persen secara tahunan, di bawah estimasi pasar sebesar 2,0 persen, serta indikator inflasi PCE inti yang mereda menjadi 3,3 persen.
Penguatan yen tidak hanya berdampak pada dolar AS, tetapi juga meluas terhadap euro hingga menyentuh level ¥182,11 serta pounsterling Inggris.
Saat ini para investor global dan domestik tengah mencermati pengumuman keputusan kebijakan moneter Bank Sentral Jepang (BOJ) yang diproyeksikan bakal mempertahankan suku bunga acuan setelah kenaikan pada Juni lalu. Perubahan peta valuta asing Asia ini dinilai akan berimplikasi langsung pada pergerakan nilai tukar rupiah serta dinamika pasar finansial Indonesia.(*)
Related News
Emas Tembus USD 4.100 Imbas Dolar Anjlok dan Konflik AS-Iran
Tunggu Insentif dan Kondisi Makro Membaik, Industri Pilih Tahan Stok
Harga Minyak Dunia Naik 20%, Beban Subsidi RI Membengkak
Fed Bawa Yield Obligasi AS Tembus 5,2 Persen, Rupiah Terancam
Efek MBG dan 3 Juta Rumah, IKI Juli Naik Jadi 53,10
Bittime Ingatkan Investor Kembali Minati USDT dan Aset Kripto Utama





