Adhi Karya (ADHI) Siapkan Divestasi 11 SPV, Paling Banyak di Jalan Tol
:
0
Portofolio investasi jalan tol PT Adhi Karya (Persero) Tbk
EmitenNews.com - Emiten BUMN konstruksi, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) akan melakukan penjualan alias divestasi terhadap 11 entitas perusahaan yaitu 1 entitas anak usaha dan 10 entitas terafiliasi. 11 entitas tersebut merupakan bagian dari 13 Special Purpose Vehicle (SPV) yang bergerak di berbagai portofolio.
Dalam materi paparan public live dikutip Rabu (9/9/2026), manajemen ADHI mengungkapkan bahwa sebanyak 11 SPV akan dilakukan divestasi secara bertahap hingga 2027.
Lebih lanjut dirincikan, divestasi akan dilakukan pada 6 SPV portofolio jalan tol yaitu Jasa Marga Jogja Solo yang dimiliki 47,18%, Jasa Marga Jogja Bawen 25,50%, Jasa Marga Akses Patimban 7,22%, BSIS 12%, Jakarta Metro Expressway, Jasa Marga Bali 0,79%.
Perseroan juga akan mendivestasi 3 SPV portofolio air yaitu anak usaha Dumai Tirta Persada yang dimiliki 51%, Karian Water Services 20,34%, dan PT Perusahaan Air Indonesia Amerika (PAIA) atau IAWCO sebesar 25%.
Terakhir, dua SPV yang turut dijual adalah Karya Logistik Nusantara yang dimiliki 13,69% dan PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) yang memproduksi aromatik dan minyak bahan bakar yang dimiliki 0,11%.
Selain dari 11 SPV tersebut, manajemen ADHI memastikan dua entitas anak usaha bagian dari 13 SPV perusahaan yaitu Adhi Jalintim Riau yang dimiliki 99,92% dan PT Jalintim Adhi Abipraya (JAA) akan di-hold hingga masa konsesi berakhir.
Sebagai tambahan informasi, ADHI mencatatkan perolehan kontrak baru sebesar Rp8,3 triliun hingga Juli 2026, meningkat 118,4% secara year-on-year (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp3,8 triliun.
Capaian tersebut mencerminkan konsistensi Perseroan dalam menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus memperkuat portofolio pada sektor konstruksi dan infrastruktur sebagai bagian dari fokus Perseroan pada bisnis inti.
Dari total perolehan kontrak baru tersebut, sekitar Rp5,27 triliun berasal dari proyek non-joint operation (NJO), sedangkan sekitar Rp2,99 triliun berasal dari proyek joint operation (JO).
Berdasarkan lini bisnis, perolehan kontrak baru ADHI didominasi oleh lini Engineering & Construction sebesar 92%, diikuti Property & Hospitality sebesar 3%, Manufacture sebesar 3%, serta Investment sebesar 2%. Dominasi lini Engineering & Construction menunjukkan semakin kuatnya fokus Perseroan pada kompetensi inti konstruksi dan infrastruktur.
Related News
Segmen Digital Banking BNI Tumbuh di Semester I 2026, Cek Pendorongnya
Bank Jatim (BJTM) Optimis KUB Buka Peluang Bisnis Lebih Luas
Public Expose SMSM, Beber Dividen hingga Capex Perseroan
ADHI Masih Menunggu Keputusan Danantara soal Suntikan Dana LRT City
Fitch Afirmasi Peringkat AAA(idn) untuk Indosat dan Surat Utangnya
MEDC Bidik Target Produksi Migas Segini, Siapkan Capex USD415 Juta





