Bank Mandiri (BMRI) Proyeksikan Pertumbuhan Kredit Bakal Melambat di 2023, Ini Pemicunya
:
0
EmitenNews.com - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) memproyeksikan, pertumbuhan penyaluran kredit pada tahun depan akan melambat, lantaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tidak memperpanjang kebijakan restrukturisasi kredit yang bisa memicu bank lebih selektif dalam menyalurkan kredit.
Direktur BMRI, Ahmad Siddik Badruddin meyakini, OJK tidak akan memperpanjang pemberlakukan kebijakan restrukturisasi kredit bagi nasabah terdampak kondisi pandemi Covid-19, sehingga rasio kredit bermasalah (NPL) perbankan berpotensi meningkat.
"Tahun depan adalah tahun normalisasi, sehingga bank-bank harus menyesuaikan kolektabilitas atau credit provision. Kemungkinan besar pertumbuhan kredit perbankan sedikit lebih rendah dibandingkan tahun 2022," kata Ahmad dalam Public Expose Live 2022, Kamis (15/9).
Selain itu, lanjut dia, faktor lain yang akan menghambat laju pertumbuhan kredit di 2023 adalah, pengetatan kebijakan moneter Federal Reserve AS, terutama terkait kenaikan tingkat Fed Funds Rate sebagai upaya mengendalikan inflasi.
Jika pengetatan kebijakan moneter terus dilakukan oleh bank sentral luar negeri, maka lanjut dia, kondisi tersebut akan direspons oleh Bank Indonesia (BI) dengan menaikkan BI 7day Reverse Repo Rate dan berimbas pada industri perbankan domestik.
Related News
Ramai-Ramai Borong Saham Singaraja (SINI), Ada Siapa Saja?
KIJA Restrukturisasi Saham Internal, 3 Entitas Sudah Tampung
Permohonan PKPU Ditolak, ADCP Respons Begini
Emiten Prajogo (PTRO) Melahap Saham SINI, Kepemilikannya Melonjak
Tambah Kepemilikan, Startel Communication Kuasai 35 Persen Saham HELI
Dirikan Anak Usaha, Indo Oil Perkasa (OILS) Tingkatkan Performa Bisnis





