Bank Mandiri Rampungkan Penerbitan Perpetual Bond USD750 Juta
:
0
Kantor pusat PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) di Jl. Jenderal Sudirman Jakarta (Foto: EmitenNews.com)
EmitenNews.com - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) telah merampungkan penerbitan Additional Tier 1 (AT1) Capital dalam bentuk Perpetual Bond dalam mata uang US Dollar (USD) sebesar USD 750 juta dengan initial distribution rate sebesar 7,35% per tahun pada Kamis, 10 September 2026.
Adhika Vista, Corporate Secretary Bank Mandiri menjelaskan, Perpetual Bond telah ditawarkan dan dijual kepada investor di luar wilayah Amerika Serikat dengan tunduk pada Regulation S berdasarkan US Securities Act of 1933 berikut perubahannya. Perpetual Bond tersebut dicatatkan di Singapore Stock Exchange (SGX-ST).
Bertindak sebagai joint lead managers dalam penerbitan Surat Utang adalah The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited, J.P. Morgan Securities plc, Mandiri Securities Pte. Ltd. dan Standard Chartered Bank.
"Sebagai instrumen modal inti tambahan bank (Additional Tier 1), Perpetual Bond ini diterbitkan sesuai persyaratan dalam Peraturan OJK No. 11/POJK.03/2016 tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum (dan perubahannya)," jelas Adhika, dalam keterbukaan informasi, Kamis (10/9/2026).
Lebih lanjut, ia mengatakan, melalui penerbitan Perpetual Bond, Perseroan telah memperoleh dana yang akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan Perseroan.
"Penerbitan Perpetual Bond akan memberikan dampak positif pada kondisi keuangan Perseroan," imbuhnya.
Perseroan juga memastikan, penerbitan Perpetual Bond memiliki nilai kurang dari 20% ekuitas Perseroan berdasarkan Laporan Keuangan Perseroan per tanggal 30 Juni 2026 yang telah diaudit oleh KAP Purwanto Susanti dan Surja, sehingga transaksi dimaksud di atas bukan merupakan Transaksi Material sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama.
Berdasarkan laporan keuangan periode 30 Juni 2026, Bank Mandiri mencatat jumlah Modal Inti (Tier 1) konsolidasi sebesar Rp249,16 triliun, turun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp273,78 triliun.
Selain itu, modal pelengkap (Tier 2) tercatat sebesar Rp17,08 triliun. Dengan demikian total modal BMRI di periode tersebut mencapai Rp266,25 triliun, lebih rendah dibanding periode yang sama 2025 sebesar Rp291,34 triliun.
Related News
Pakai Duit Bank, Emiten Hapsoro (RAJA) Tebus 5% Saham LNG USD43,6 Juta
Pasca Sandiaga Uno Masuk, Ini Kabar Terbaru dari MUTU
BUMI Beli Tambang Australia dengan Akumulasi Rugi Jumbo, Ini Alasannya
Eksposur FOLK, Terlibat dalam 2 Megaproyek Pusat Data Internasional
Jadi Sorotan BEI, Begini Jawaban Manajemen Emiten Duo Taipan Ini
MGLV Gelar Rights Issue Rp2,54 Triliun, Pengendali Serap Separuh Lebih





