EmitenNews.com -Laju pembenahan dan penguatan tata kelola PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU International) terus menunjukkan hasil positif. Pasca masuknya Sandiaga Uno sebagai salah satu pemegang saham sekaligus Komisaris Utama, emiten yang bergerak di bidang Testing, Inspection, and Certification (TIC) ini berhasil meraih predikat #STAR4 dalam ajang TOP GRC Awards 2026.

Penghargaan ini menegaskan konsistensi Perseroan dalam mengintegrasikan aspek Governance, Risk Management, and Compliance (GRC) ke dalam strategi bisnis jangka panjang. Tak hanya bagi korporasi, kepemimpinan Perseroan juga mendulang apresiasi. Arifin Lambaga, Presiden Direktur MUTU International, dianugerahi penghargaan The Most Committed GRC Leader 2026.

Apresiasi ini semakin memperkuat posisi MUTU di bawah nakhoda baru untuk membuktikan bahwa ekspansi bisnis berjalan beriringan dengan standar transparansi, integritas, dan keberlanjutan.

Poin-Poin Utama Pembenahan & Kinerja MUTU International

  • Arsitektur GRC & Anti-Penyuapan: Perseroan menerapkan kerangka GRC terintegrasi mencakup regulatory mapping, whistleblowing system (WBS), hingga Sistem Manajemen Anti-Penyuapan ISO 37001 dan mekanisme penilaian conflict of interest.
  • Sertifikasi Kebijakan Keberlanjutan (ESG): Risiko ESG telah masuk dalam Enterprise Risk Management (ERM) Register. MUTU memposisikan diri sebagai enabler sertifikasi emisi karbon (ISO 14064 & ISO 14065) dan perdagangan karbon.
  • Audit Internal & Independensi: Menjaga keandalan layanan TIC melalui kepatuhan akreditasi ISO 17021, ISO 17065, ISO 17025, ISO 17020, dan ISO 17029 (gas rumah kaca).
  • Pertumbuhan Pendapatan: Dalam dua tahun (2023–2025), pendapatan Perseroan tumbuh 15,6%, bergerak naik dari Rp286,709 miliar (2023), Rp308,840 miliar (2024), hingga menyentuh Rp331,483 miliar (2025).
  • Laba Bersih Stabil: Laba tahun berjalan berhasil dijaga pada rentang Rp30,956 miliar (2023), Rp24,114 miliar (2024), dan Rp24,210 miliar (2025).
  • Rekam Jejak Regulator Bersih: Sejak melantai di bursa pada 2023, MUTU mencatatkan zero sanction alias tidak pernah menerima sanksi atau denda dari OJK maupun BEI.

VP Corporate Communication & Investor Relations MUTU, Adam Isa, menegaskan bahwa kepercayaan investor dibangun dari konsistensi tata kelola yang baik.

"Bagi kami, GRC bukan sekadar pemenuhan regulasi, tetapi cara perusahaan menjaga kualitas layanan, mengelola risiko secara prudent, serta membangun kepercayaan investor. Perusahaan yang bertumbuh secara sehat adalah yang mampu menjaga keseimbangan antara performance dan governance," ujar Adam.

Dengan masuknya arahan strategis dari Sandiaga Uno di jajaran komisaris serta landasan GRC yang makin solid, MUTU International optimistis dapat menangkap peluang pasar yang lebih luas, khususnya pada sektor ekonomi hijau dan layanan sertifikasi keberlanjutan.