Berbasis Value Layanan Komersial dan Logistik, Ini Detail Kerjasama Air Asia dan Garuda
Perbincangan kerja sama juga berlangsung dari sisi penyediaan perawatan (maintenance) pesawat, antara Asia Digital Engineering (ADE), yang merupakan bagian dari Capital A, dengan GMF AeroAsia, milik Garuda Indonesia. Kedua belah pihak saat ini tengah melakukan eksplorasi secara lebih mendalam untuk mengidentifikasi langkah-langkah optimal dalam memanfaatkan kapabilitas, efisiensi, dan keuntungan strategis yang dimiliki oleh masing-masing entitas, dengan tujuan menghadirkan layanan MRO dengan penawaran nilai terbaik dan berbiaya hemat kepada seluruh maskapai yang memerlukan.
Mahesh Kumar, CEO ADE, meyakini kemitraan antara ADE dan GMF AeroAsia akan membawa perubahan besar terhadap layanan MRO, yang tidak hanya akan menjangkau wilayah Asean tetapi juga kawasan lain secara lebih luas. “Dengan teknologi terkini dari ADE yang dikombinasikan dengan dekade pengalaman serta keahlian yang dimiliki GMF AeroAsia, kami akan dapat menciptakan keunggulan yang belum pernah ada sebelumnya dan mengangkat industri ini ke puncak baru. Langkah ini juga semakin memperkuat komitmen kami untuk terus memberikan servis yang prominen serta konsisten mengembangkan inovasi dalam hal pemeliharaan pesawat. The sky is no longer our limit; langit adalah kanvas untuk menciptakan masa depan yang lebih cerah dan efisien,” ujar Mahesh.
Direktur Utama GMF, Andi Fahrurrozi, mengatakan, “Kolaborasi dengan ADE adalah salah satu langkah yang akan memperkuat posisi GMF pada pasar Asia Tenggara. Penggabungan dua kekuatan dari GMF dan ADE diharapkan dapat meningkatkan daya saing MRO Asia Tenggara di kancah persaingan global, tentunya dengan mengedepankan layanan terintegrasi dengan harga yang mampu bersaing. Dan tentunya kami berharap, peluang untuk mendukung sustainable profitable growth dapat diwujudkan.”
Related News
Suku Bunga Kredit Sudah Turun Kisaran 8 Persen, Ini Harapan OJK
Kinerja Solid, Sucor AM Rajai Ajang Best Mutual Fund Awards 2026
Tiga Saham Kompak Terkapar Usai Lepas Suspensi!
Likuidasi Prima Master Bank, Dua Hal Ini Jadi Fokus LPS
Sudah 11 Kali Mentok ARA, Satu Dari Tiga Saham Ini Disetop BEI
Pekerjakan TKA Tak Sesuai Ketentuan, 12 Perusahan Didenda Rp4,4 Miliar





