BUMI Beli Tambang Australia dengan Akumulasi Rugi Jumbo, Ini Alasannya
:
0
Loyal Metals Ltd, perusahaan tambang tercatat di Bursa Efek Australia yang diakuisisi PT Bumi Resources Tbk (BUMI)
EmitenNews.com - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memberikan penjelasan mengenai alasan mengakuisisi Loyal Metals Ltd (LM), perusahaan tambang tercatat di Bursa Efek Australia (ASX) yang hingga 2025 belum membukukan pendapatan usaha dan masih mencatatkan rugi AUD6,71 juta.
LM bahkan mencatatkan akumulasi kerugian yang meningkat pada 2025, yaitu mencapai AUD27,26 juta, naik dari AUD20,57 juta pada 2024. Manajemen BUMI menyebut kondisi tersebut terjadi karena LM belum memasuki tahap produksi komersial.
Meski demikian, BUMI menilai LM memiliki aset mineral yang berpotensi menghasilkan arus kas di masa depan.
“Penilaian Perseroan atas LM berdasarkan nilai kandungan mineral yang dapat menghasilkan arus kas di masa depan,” tulis manajemen BUMI dalam keterbukaan informasi, Kamis (10/9/2026).
LM memiliki proyek Highway Reward Copper-Gold Mine, yang disebut sebagai salah satu tambang tembaga berkadar tinggi di dunia. Namun, tambang tersebut belum melakukan kegiatan eksplorasi sejak operasinya berhenti pada Juli 2005.
Selain aset tembaga dan emas, LM memiliki sejumlah proyek lithium, yakni Trieste Lithium Project, Hidden Lake Lithium Project dan Scotty Lithium Project. Namun, sebagian kepemilikan mayoritas atas proyek-proyek lithium tersebut telah dilepas.
BUMI menegaskan aset-aset tersebut belum dapat memberikan kontribusi pendapatan secara langsung karena masih membutuhkan pengembangan infrastruktur dan tahapan eksplorasi lebih lanjut.
Untuk Highway Reward Copper-Gold Mine, perseroan menargetkan kontribusi pendapatan mulai tahun kedua sejak akuisisi. Sementara kontribusi pendapatan dari aset lithium baru dapat ditentukan setelah proses eksplorasi dan evaluasi selesai.
Manajemen BUMI juga menjelaskan, LM merupakan perusahaan induk yang memiliki empat anak usaha pemegang konsesi pertambangan.
Pertama, Highway Copper Gold Pty Ltd (HCG) yang dimiliki 100% oleh LM. HCG telah memegang Izin Operasi Produksi dan berdasarkan data geologi yang tersedia dinilai telah memadai untuk memulai tahapan operasi produksi.
Related News
Bank Mandiri Rampungkan Penerbitan Perpetual Bond USD750 Juta
Eksposur FOLK, Terlibat dalam 2 Megaproyek Pusat Data Internasional
Jadi Sorotan BEI, Begini Jawaban Manajemen Emiten Duo Taipan Ini
MGLV Gelar Rights Issue Rp2,54 Triliun, Pengendali Serap Separuh Lebih
RBB 2026, Bank Jago (ARTO) Pastikan tak ada Rencana Merger dengan BFIN
Melantai Tahun Depan, RAJA Rencanakan Hingga 2 IPO Baru Grup Hapsoro





