Mari Gunakan Energi Alternatif, PGN Jabarkan Keunggulan BBG
:
0
Ilustrasi Bahan bakar gas (BBG) menjadi solusi energi alternatif yang efisien, ramah lingkungan dan berkelanjutan bagi sektor transportasi nasional. Dok. Liputan6.
EmitenNews.com - Bahan bakar gas (BBG) menjadi solusi energi alternatif yang efisien, ramah lingkungan dan berkelanjutan bagi sektor transportasi nasional. Penggunaan BBG bagian dari strategi menjaga ketahanan energi, sekaligus mendorong penggunaan energi yang lebih bersih di tengah meningkatnya kebutuhan bahan bakar kendaraan.
Direktur Operasi dan Komersial PT Gagas Energi Indonesia, anak usaha PT Perusahaan Gas Negara (PGN), Maisalina mengungkapkan hal tersebut dalam keterangan di Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Menjawab pertanyaan dari sisi keamanan, kendaraan berbahan bakar gas dilengkapi tangki khusus berstandar tinggi dengan kapasitas hingga 15 liter gas per tangki. Sistem tersebut dirancang agar gas cepat terurai di udara apabila terjadi kebocoran, sehingga meminimalkan risiko ledakan.
“Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir mengenai aspek keamanan, karena pemasangan setiap converter kit maupun tangki BBG melalui standar keselamatan internasional, dan oleh tenaga ahli yang kompeten,” ujarnya.
Secara teknis, BBG dinilai mampu menjadi standar baru yang mendukung performa mesin kendaraan lebih optimal dibandingkan bahan bakar minyak (BBM).
BBG memiliki sejumlah keunggulan. Salah satunya nilai oktan (Research Octane Number/RON) yang tinggi, yakni di kisaran 120 hingga 130. Karakteristik itu memungkinkan mesin beroperasi dengan rasio kompresi lebih tinggi sehingga meningkatkan efisiensi termal secara signifikan.
Di luar itu semua, sebagai bahan bakar berbasis metana (CH4), BBG menghasilkan pembakaran yang lebih sempurna dan emisi karbon sekitar 20 persen lebih rendah dibandingkan BBM.
Lagi pula penggunaan BBG juga tidak meninggalkan residu pada komponen mesin, sehingga dapat memperpanjang usia mesin sekaligus menekan biaya perawatan kendaraan.
Kemudian, dari sisi operasional, konsumsi BBG bervariasi tergantung jenis kendaraan. Untuk kendaraan pribadi rata-rata menggunakan 10 liter setara pertalite (LSP) per hari, taksi sekitar 20 LSP per hari, serta angkutan umum seperti bajaj dan angkot berkisar 15–20 LSP per hari.
Kendaraan besar seperti truk dan bus membutuhkan sekitar 125–165 LSP per hari, dengan jarak tempuh mencapai hingga 10 kilometer per LSP.
“Harga BBG juga stabil, Rp4.500 per LSP. Sangat bersahabat karena sumber gasnya dari domestik. Dengan banyak manfaat yang dapat dirasakan, kami berharap minat terhadap BBG semakin meningkat," katanya.
Dalam implementasinya, BBG dapat digunakan pada kendaraan berbasis dedicated gas maupun sistem dual fuel melalui pemasangan converter kit, yang memungkinkan kendaraan menggunakan BBG dan BBM secara bergantian. Sistem itu, juga memberikan fleksibilitas sekaligus memperpanjang jarak tempuh kendaraan.
Untuk memperkuat ekosistem BBG, perusahaan plat merah itu juga menjalin kemitraan dengan Komunitas Mobil Gas (Komogas). Kolaborasi tersebut mencakup pengembangan infrastruktur serta edukasi kepada masyarakat, termasuk melalui peluncuran bengkel keliling BBG. ***
Related News
Pefindo Catat Positif Prospek Obligasi Pemerintah, Penawaran Melonjak
Soal Usul Moratorium Pembangunan Smelter Alumunium, Ini Kata ESDM
Potensi Ekspor Durian Parigi Moutong Rp1 T, Besar Permintaan China
HPE Konsentrat Tembaga dan Emas Periode Kedua April Turun Segini
HPE Konsentrat Tembaga dan Emas Periode Kedua April Turun Segini
Ditutup Melemah Rp17.127, Rupiah Hari Ini Masih Tertekan





