Sahamnya Naik Kencang 200 Persen, BEI Cecar Emiten Grup Bakrie (MDIA)
:
0
Potret manajemen emiten Grup Bakrie (MDIA). Foto: MDIA.
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia meminta penjelasan PT Intermedia Capital Tbk. (MDIA) terkait lonjakan harga sahamnya yang masuk kategori volatilitas transaksi. Permintaan itu tertuang dalam surat BEI nomor S-10230/BEI.PP1/07-2026.
Pergerakan MDIA belakangan ini memang bikin geleng-geleng. Pada intraday perdagangan Selasa (4/8/226) sahamnya masih ngotot naik 8,91% di Rp220. Dalam sepekan terakhir terakumulasi telah menguat 67,94%.
Bahkan, kalau ditarik sebulan terakhir angkanya makin meroket 209,86%. Sepanjang tahun terakhir saham grup Bakrie ini naik hingga setinggi 150% dari Rp88 ke Rp220.
Menanggapi surat BEI, Corporate Secretary MDIA Andrew Santoni Hutasoito mengirimkan surat penjelasan nomor 0035/CORSEC/MDIA/VIII/2026. Dalam surat itu MDIA menegaskan tidak ada kabar penting yang belum dipublikasikan.
"Sepanjang pengetahuan Perseroan, tidak ada informasi atau fakta material yang dapat memengaruhi nilai efek Perseroan," tulis Andrew.
Meski begitu ada satu peristiwa yang ikut disorot. Pemegang saham pengendali yakni, PT Visi Media Asia Tbk. (VIVA) melakukan pengalihan 1 miliar saham MDIA pada 31 Juli 2026.
Tindakan itu dilakukan untuk menutup kewajiban pinjaman anak usaha. Alhasil porsi kepemilikan VIVA di MDIA terkoreksi dari 83,28% menjadi 80,73%.
Soal rencana korporasi, MDIA juga memastikan belum ada agenda besar dalam waktu dekat.
"Saat ini tidak ada rencana Perseroan untuk melakukan tindakan korporasi yang dapat berakibat terhadap pencatatan saham Perseroan, yang akan dilakukan dalam jangka waktu dekat," demikian pernyataan perseroan.
Related News
MBSS Resmi Punya Pengendali Baru, Semester I Laba Naik Tipis
Pendapatan Tembus Rp1T Laba TCPI Melesat 23%, Saham Masih Merah
Siapkan Capex Rp6 Miliar, LABA Bidik Pendapatan 2026 Tembus Rp40M
Laba Grup Emtek (SCMA) Naik Dobel Digit, Pendapatan Q2-2026 Rp3,54T
Pendapatan EMTK Melonjak, Tapi Berbalik Jadi Rugi Rp320,6M di Q2-2026
Sempat Bagi Dividen, Emiten Kembang Gula (YUPI) Kemas Laba Naik





