Sinyal Hawkish The Fed, Berdampak ke IHSG?
:
0
Sinyal Hawkish The Fed, Berdampak ke IHSG? Foto: Bankrate
EmitenNews.com - Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, M Nafan Aji Gusta menilai pidao Ketua The Fed, Kevin Warsh pada Simposium Ekonomi Jackson Hole memberikan sinyal yang cenderung hawkish terhadap arah kebijakan moenter Amerika Serikat (AS).
Meskipun belum memastikan The Fed menaikkan suku bunga pada September mendatang, Nafan mengatakan bahwa pesan yang disampaikan Warhs menunjukkan pengendalian inflasi masih jadi prioritas utama bank sentral AS.
Hingga saat ini, Inflasi masih jauh di atas target The Fed. PCE Juli tercatat 3,7 persen YoY, sedangkan core PCE 3,3 persen YoY, jauh di atas target jangka panjang The Fed sebesar 2 persen. Bahkan, ukuran inflasi PCE enam bulan berada pada 4,1 persen.
“Kondisi tersebut membuat pelaku pasar perlu kembali mencermati kemungkinan kebijakan suku bunga yang lebih ketat dibandingkan ekspektasi sebelumnya,” ujar Nafan, Senin (31/8).
Nafan menambahkan, investor juga disebut akan lebih ketat mencermati data inflasi, nonfarm payrolls, tingkat penganggruan, hingga indikator aktivitas ekonomi AS sebagai penentu arah kebijakan The Fed.
Dari sisi suku bunga probabilitas kenaikan Fed Funds Rate pada September berpotensi meningkat pasca pidato tersebut. Berdasarkan CME FedWatch Tool per 29 Agustus 2026, probabalitas kenaikan Fed Rate sebesar 25 bps per September 2026 meningkat 59 persen lebih dibandingkan sebelumnya sebesar 35 persen.
Namun demikian, Warsh menekankan bahwa keputusan kebijakan moneter akan sangat bergantung pada perkembangan data ekonomi, terutama inflasi dan pasar tenaga kerja, yang akan dirilis sebelum pertemuan FOMC September.
“Dengan demikian, menurut saya, belum tepat apabila pidato tersebut langsung diinterpretasikan sebagai sinyal bahwa The Fed pasti akan menaikkan suku bunga. Namun, risiko kenaikan 25 basis poin menjadi lebih terbuka apabila inflasi AS tetap persisten tinggi dan kondisi pasar tenaga kerja masih relatif solid,” lanjut Nafan.
Dampaknya ke IHSG
Adapun dampaknya ke Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan cenderung negatif.Nafan beranggapan, apabila ekspektasi kenaikan suku bunga AS meningkat, imbal hasil US Treasury berpotensi kembali naik dan dolar AS berpeluang menguat.
Related News
Begini Prediksi IHSG di Awal September 2026, Waspada Rebalancing MSCI
IHSG Cenderung Koreksi, ini Penyebabnya
MRT Jaringan Garap Mal Bawah Tanah Pertama, 2027 Kelar
Investor Selektif, IHSG Bergulir Seperti ini
Pemerintah Beri Relaksasi Penempatan DHE SDA Untuk 5 Negara
PT Pos Tunda Bayar Bunga Sukuk Ijarah, Nilainya Rp11 Miliar





