Suspensi Dibuka, Saham Protech Mitra Perkasa (OASA) Langsung Fluktuatif
:
0
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan pembukaan suspensi atas saham PT Protech Mitra Perkasa Tbk (OASA). Hal itu disampaikan dalam pengumuman resmi BEI, yang telah ditandatangani P.H Kepala Divisi Pengawasan Zakky Ghufron, Kamis (6/1).
Pada perdagangan saham hari ini, OASA terpantau cukup fluktuatif dengan di buka pada harga Rp845 per saham, sempat mengalami koreksi ke Rp800 per saham. Namun, kembali ke jalur hijau dengan penguatan hingga menyentuh level harga Rp900.
Berdasarkan pantauan EmitenNews.com pada data RTI. Hingga pukul 09:45 WIB. Saham OASA kembali turun ke level 850 atau masih naik 0,59 persen setara 5 poin dari harga pembukaan.
Adapun fluktuasi saham OASA ditopang oleh volume saham ditransaksikan sebanyak 2,34 juta saham, dengan frekuensi sebanyak 806 kali dan nilai transaksi sebesar Rp1,98 miliar.
Menunjuk Pengumuman Bursa No.: Peng-SPT-00157/BEI.WAS/12-2021 tanggal 24 Desember 2021, perihal Penghentian Sementara Perdagangan (Suspensi) Saham PT Protech Mitra Perkasa Tbk. (OASA), maka dengan ini diumumkan bahwa suspensi atas perdagangan Saham PT Protech Mitra Perkasa Tbk. (OASA) kembali dibuka.
"Dengan demikian, saham OASA di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dibuka kembali mulai perdagangan sesi I tanggal 6 Januari 2022,"tegasnya.
Seperti diketahui, saham OASA sempat di hentikan sementara (suspensi) perdagangannya lantaran telah terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan. Alhasil, BEI memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan Saham PT Protech Mitra Perkasa Tbk (OASA) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai sesi I perdagangan tanggal 27 Desember 2021 sampai dengan Pengumuman Bursa lebih lanjut.
"Bursa menghimbau kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan,"ujarnya.
Related News
Jajaran 10 Top Losers Sepekan, Ada JELI hingga RANS
10 Top Gainers Sepekan, Pantau Daftarnya!
IHSG Sepekan, Menguat Tipis 0,34 Persen
Ekspansi Global, Samsung Buka Lowongan 12 Ribu Karyawan
Airlangga Pamer Potensi Untung Investasi 70 Persen ke Pengusaha China
Menkeu Siap Ubah Aturan KEK demi Lindungi Produk Dalam Negeri





