EmitenNews.com - PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA), emiten pengelola klub Bali United mengemas rugi bersih Rp158,63 miliar di semester I 2026. Berbalik negatif dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencetak laba bersih Rp1,18 miliar.

Penurunan itu terlihat dari membengkaknya beban operasi dari Rp139,18 miliar menjadi Rp183,70 miliar. Termasuk beban lain-lain sebesar Rp124,66 miliar, yang tidak ada di tahun sebelumnya.

Alhasil, laba sebelum pajak BOLA tercatat negatif. Berbalik rugi menjadi Rp160,42 miliar dibanding laba tahun lalu sebesar Rp662 juta.

Karena kinerja tersebut, BOLA mencatatkan rugi yang dapat diatribusikan ke entitas induk sebesar Rp158,63 miliar, berbalik rugi dari sebelumnya cetak laba Rp1,18 miliar.

Jika menilik cashflow juga terlihat penurunan di sisi aktivitas operasi. Di mana penerimaan dari pelanggan mengalami penurunan 6,58% menjadi Rp117,05 miliar dari periode tahun lalu sebesar Rp125,30 miliar.

Meski begitu, BOLA berhasil menekan pembayaran kepada pemasok menjadi Rp73,65 miliar dari Rp110,22 miliar. Sehingga kas digunakan untuk aktivitas operasi susut 94,55% dari Rp130,84 miliar menjadi Rp7,13 miliar.

Sementara dari sisi aktivitas investasi, BOLA terpantau gencar menggelontorkan dana untuk perolehan aset tetap. Jumlahnya meningkat 204,98%, dari Rp5,42 miliar menjadi Rp16,53 miliar.

Adapun kas dan setara kas akhir periode BOLA tercatat Rp9,05 miliar, mengalami penurunan hingga Rp23,93 miliar dari kas dan setara kas awal periode.

Menilik neraca, total aset BOLA juga tampak turun 14,32% menjadi Rp769,86 miliar dibandingkan periode per 31 Desember 2025 sebesar Rp898,57 miliar.

Liabilitas meningkat 35,09% dari Rp90,38 miliar menjadi Rp122,10 miliar, sedangkan ekuitas turun 19,85% dari Rp808,18 miliar menjadi Rp647,75 miliar.