Waduh! Tahun 2021 Defisit USD601 Juta, Auditor Ragukan Kelangsungan Usaha Sritex (SRIL)
:
0
EmitenNews.com — Akuntan publik Herry Sunarto dari Kantor Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang selaku auditor laporan keuangan tahun 2021 menilai, kelangsungan usaha PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) meragukan, karena mengalami kerugian komprehensif senilai USD1,071 miliar yang mengakibatkan defisit USD601,8 juta dan defisiensi modal senilai USD398,81 juta.
Alasan lainnya, emiten garment asal Solo itu juga tercatat mengalami arus kas negatif USD446,19 juta. Kemudian, kewajiban jangka pendek melebihi aset lancar sebesar USD989,25 juta.
Bahkan, opini yang disematkan hanya 'Wajar dengan Pengecualian' karena persediaan SRIL dalam laporan senilai USD379,56 juta per 31 Desember 2021, setelah dikurangi penyisihan yang diakui senilai USD475,74 juta tidak dapat diperoleh informasi yang cukup dan bukti dokumentasi yang memadai mengenai jumlah penyisihan penurunan nilai yang diakui.
“Kami tidak dapat meyakini dengan cara alternatif mengenai kecukupan cadangan kerugian penurunan nilai yang disediakan atas persedian untuk tahun 2021. Sehingga kami tidak dapat menentukan apakah penyesuaian atas jumlah ini diperlukan pada laporan keuangan konsoidasian,” tulis Herry dalam laporan audit laporan keuangan SRIL tahun 2021 yang diunggah pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (30/5/2022).
Selain itu, Herry mendapati SRIL belum menyiapkan perhitungan pajak kini dan pajak tangguhan tahun 2021 untuk anak usahanya yakni Golden Legacy Pte Ltd dan Golden Mountain Textile and Trading Pte Ltd.
Related News
Tambah Kepemilikan, Startel Communication Kuasai 35 Persen Saham HELI
Dirikan Anak Usaha, Indo Oil Perkasa (OILS) Tingkatkan Performa Bisnis
Direktur ATIC Ini Tambah Porsi Kepemilikan Saham, Kini Jadi 2,18%
PGEO Amankan Komitmen Pendanaan USD75 Juta dari Bank Mizuho
Pengendali Emiten HSC, Fap Agri (FAPA) Lepas 5,318 Juta Saham
Emiten Sawit Haji Isam (PGUN) Laba Terpangkas 46,7% di Semester I-2026





