Bank Permata (BNLI) Raih DPK Rp189 Triliun, Ada Penurunan 1,9 Persen
:
0
Ilustrasi Bank Permata (BNLI). Dok. VIVA.
EmitenNews.com - Sampai pertengahan tahun ini, PT Bank Permata Tbk (BNLI) meraih laba bersih sebesar Rp1,72 triliun. Per semester I-2026 itu, terjadi pertumbuhan 4,5 persen secara tahunan (year on year/yoy) dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,65 triliun. Dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp189,3 triliun, menurun 1,9 persen (yoy).
Direktur Utama Permata Bank Meliza M Rusli dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (30/7/2026) mengemukakan, kinerja semester I tahun 2026 bukan hanya mencerminkan hasil kinerja yang sehat, tetapi juga menunjukkan kepercayaan dari nasabah.
“Juga menunjukkan kemampuan untuk terus beradaptasi di tengah perubahan yang berlangsung cepat,” kata Meliza M Rusli.
Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit Permata Bank tumbuh 5,3 persen (yoy) menjadi Rp171,2 triliun pada semester I-2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Manajemen mencatat pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan kredit segmen korporasi sebesar 9,7 persen (yoy) menjadi Rp106,4 triliun, serta segmen komersial yang tumbuh 5,7 persen (yoy) menjadi Rp21,9 triliun.
Kemudian dari segmen konsumer, perseroan berkomitmen untuk mendukung pembiayaan inklusif dan berdampak sosial yang tercermin melalui penyaluran pembiayaan UKM sebesar Rp7 triliun, meningkat 11,8 persen (yoy).
Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp189,3 triliun per akhir Juni 2026 atau menurun 1,9 persen (yoy). Penghimpunan dana murah (current account saving account/CASA) menurun sebesar 11 persen (yoy) menjadi Rp109,62 triliun dengan rasio CASA sebesar 57,9 persen.
Perseroan Tetap Fokus pada Pertumbuhan DPK Berkualitas
Sejauh ini, perseroan tetap berfokus pada pertumbuhan DPK yang berkualitas dan berkelanjutan, khususnya CASA. Itu dijalankn melalui penguatan transaksi nasabah, optimalisasi layanan digital di seluruh kanal perbankan, serta pendalaman hubungan dengan nasabah di segmen konsumer, komersial, maupun korporasi.
Kualitas aset perseroan tetap terjaga baik, dengan rasio NPL gross dan loan at risk (LAR) masing-masing berada pada level 2,1 persen dan 5,9 persen, relatif stabil dibandingkan semester I tahun 2025 yang masing-masing tercatat sebesar 2,1 persen dan 7,0 persen.
Related News
SMAR Raup Laba Rp2,34 Triliun, Saham Meledak 23 Persen
Bank BJB (BJBR) Bukukan Laba Bersih Rp783 Miliar, Tumbuh 58 Persen
Aset Tembus USD346 Juta, Investor HUMI raih Dividen Rp3 Miliar
Bersama Danantara, BTN Penyalur Terbesar Akad Massal Rumah Subsidi
Prihatin! Rugi AirAsia Indonesia jadi Rp1,45T, Melonjak 85,95 Persen
Kinerja Meningkat, Laba Bersih Bank OCBC NISP (NISP) Rp2,7 Triliun





