EmitenNews.com - MNC Asia Holding (BHIT) terus melucuti saham MNC Energy (IATA). Emiten besutan Hary Tanoesoedibjo tersebbut tertangkap basah melego 658.525.000 helai alias 658,52 juta lembar. Saham sebanyak itu, dilepas dalam serangkaian transaksi.

Pelepasan saham sebanyak itu, dilakukan dalam tujuh kali transaksi. Penjualan terjadi dengan kisaran harga Rp59 per saham hingga Rp65 per eksemplar. Dengan skema harga itu, BHIT mengoleksi dana taktis senilai Rp39,88 miliar.

Periode 14,15, dan 16 Juli 2026, BHIT terdeteksi menjual sebanyak 308.225.000 helai dengan harga pelaksanaan  Rp59 per saham sejumlah Rp18,18 miliar. Kemudian, edisi 29 Mei 2026, 3,10, dan 13 Juli 2026, BHIT melego 350.300.000 saham.

Saham-saham itu, dijual dengan harga rata-rata Rp62 per helai senilai Rp21,7 miliar. Menyusul penuntasan transaksi itu, koleksi saham IATA dalam genggaman BHIT tersisa 6,83 persen alias 2,13 miliar lembar. Susut 2,1 persen dari periode sebelum transaksi sebanyak 2,79 miliar helai setara 8,93 persen.

Transaksi itu, diklaim sebagai rencana strategis perseroan. Itu tidak lepas dari kehadiran Karya Pacific Investama (KPI) sebagai pemegang saham pengendali baru. Setelah lepas dari MNC Group, IATA berganti nama menjadi Karya Pacific Energy.

Sepanjang perdagangan akhir pekan lalu, saham IATA stagnan di level Rp57 per lembar. Sejak awal tahun ini, saham IATA terpangkas 111 poin alias 66,07 persen dari 2 Januari 2026 di level Rp168. Hal serupa dialami saham BHIT. Akhir pekan lalu stagnan di level Rp25. Sejak awal tahun susut 35,90 persen atau 14 poin dari edisi 2 Januari 2026 di posisi Rp39. (*)