Masuk Usia 34 Tahun, TPIA Perkuat Ekspansi Energi dan Infrastruktur
:
0
Chandra Asri Group (TPIA)
EmitenNews.com - Memasuki usia 34 tahun, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) atau Chandra Asri Group terus memperluas bisnis dari basis petrokimia menuju energi dan kimia, infrastruktur terintegrasi, serta solusi mobilitas.
Transformasi tersebut dilakukan seiring perubahan kebutuhan industri dan ekonomi, dengan Indonesia tetap menjadi basis pengembangan kapasitas, fasilitas, serta talenta Perseroan.
Presiden Direktur Chandra Asri Group Erwin Ciputra mengatakan perjalanan Perseroan dimulai dari pembangunan kapasitas petrokimia nasional melalui pengoperasian naphtha cracker pertama di Indonesia. Kini, kapabilitas tersebut terus diperluas melalui diversifikasi bisnis.
“Selama 34 tahun, kami telah tumbuh bersama Indonesia. Kami memulai perjalanan dengan membangun kapasitas petrokimia nasional dan melayani industri melalui produk-produk yang kami hasilkan. Seiring waktu, kebutuhan Indonesia juga berkembang, dan kami pun terus membangun kapabilitas baru melalui diversifikasi bisnis,” ujar Erwin dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Salah satu pengembangan utama di dalam negeri adalah pembangunan fasilitas Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) di Cilegon, Banten. Fasilitas yang dikelola PT Chandra Asri Alkali (CAA) tersebut telah mencapai progres 72% hingga Juli 2026 dan ditargetkan beroperasi secara komersial pada 2027.
Proyek dengan nilai investasi lebih dari US$800 juta ini diarahkan untuk memperkuat pasokan bahan kimia dasar bagi industri nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Di sektor energi, Chandra Asri Group memperluas kapabilitas melalui akuisisi Aster Chemicals and Energy (Aster) serta integrasi jaringan Esso di Singapura. Melalui Aster, Perseroan mengembangkan bisnis produk petroleum seperti bensin, bahan bakar jet, gas oil, dan bitumen.
Sementara itu, bisnis infrastruktur dikembangkan melalui PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDI), yang mencakup daya, air industri, kepelabuhanan dan penyimpanan, serta logistik.
Perluasan tersebut membuat bisnis Chandra Asri Group tidak lagi hanya bertumpu pada penyediaan bahan baku petrokimia, tetapi mencakup sejumlah infrastruktur yang menopang rantai pasok industri.
Di tingkat regional, Perseroan juga mengembangkan kapabilitas sumber daya manusia Indonesia. Melalui PT Chandra Asri Sentral Solusi (CASS), Chandra Asri Group mendukung operasional entitas grup di Singapura melalui proses yang terintegrasi, standardisasi, teknologi digital, dan operational excellence.
Related News
Siapkan PMTHMETD, Ultra Voucher (UVCR) Kuatkan Modal Kembangkan Bisnis
Haji Isam Masuk, Low Tuck Kwong Rintis BYAN dari Bisnis Kontraktor
Sugeng dan Rudy Perkuat Mitrabahtera (MBSS), Ini Posisinya Usai RUPSLB
Nextier Jualan MGLV Lagi, Volume 7 Juta Unit, Harga Setara Pertalite
Induk Frisian Flag Caplok Ultrajaya (ULTJ), Saham Langsung Melesat!
Saham Big Cap Runtuh di Sesi I (18/9), Ternyata Asing Net Sell Rp1,14T





